PERKEMBANGAN PENCAK SILAT (TM 1)

 

Perkembangan Pencak Silat

 

Pada zaman sebelum penjajahan Belanda silat diperkirakan masuk di kepulauan Nusantara semenjak abad ke-7 Masehi, tetapi masih belum dipastikan. Silat saat ini diakui sebagai budaya Melayu yaitu pada daerah pulau Sumatera dan Semenanjuang Malaka, serta berbagai kelompok etnik yang menggunakan bahasa lingua franca bahasa melayu di berbagai daerah di pulau Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi yang juga mngembangkan sebentuk silat tradisional mereka sendiri. Perkembangan dan penyebaran silat secara historis mulai tercatat ketika penyebarannya banyak dipengaruhi oleh kaum ulama, seiiring dengan penyebaran agama islam pada abad ke-14 di Nusantara.pencak silat saat itu diajarkan bersama dengan pelajaran agama di surau-surau lalu berkembang sekedar ilmu beladiri dan seni tari rakyat, menjadi bagian dari pendidikan bela Negara untuk menghadapi penjajah. Nenek moyang mempunyai peradapan tinggi, sehingga dapat berkembang menjadi rumpun bangsa yang maju. Tata pembelaan diri di zaman nenek moyang didasarkan kemampuan pribadi yang tinggi. Pada masa perkembangan agama islam ilmu pembelaan diri dipupuk bersama ajaran kerohanian. Sejak zaman sebelum penjajahan Belanda telah mempunyai sistem bela diri yang sesuai dengan sifat dan pembawaan bangsa Indonesia.

Pada zaman penjajahan Belanda  tidak memberi kesempatan perkembangan pencak silat atau pembelaan diri Nasional, karena dipandang berbahaya terhadap kelangsungan penjajahannya. Sehingga perkembangan kehidupan pencak silat atau pembelaan diri bangsa Indonesia menjadi kehilangan pijakan kehidupan. Kesempatan yang diijinkan pada zaman penjajahan Belanda hanyalah berupa pengembangan seni atau kesenian yang masih digunakan di beberapa daerah , yang menjurus pada suatu pertunjukan atau upacara.

Pada masa pendudukan Jepang terhadap pencak silat sebagai ilmu Nasional didorong dan dikembangkan untuk kepentingan Jepang sendiri, dengan mengobarkan semangat pertahanan menghadapi sekutu. Namun ada keuntungan yang kita peroleh dari zaman pendudukan Jepang yaitu kita bisa mengembalikan ilmu pencak silat pada yang semula disusukinya dalam masyarakat.

Pada zaman kemerdekaan jiwa dan semangat kebangkitan nasional semenjak Budi Utomo didirikan mencari warisan budaya yang dapat dikembangkan sebagai identitas Nasioanal. Melalui panitia Persiapan Persatuan Pencak Silat Indonesia pada tanggal 18 Mei 1984 di Surakarta terbentuklah IPSI yang diketuai oleh Mr. Wongsonegoro.

Comments

Post a Comment