UTS PAKET 2

 

Nama   : Tiffanny Tessantya Utami

NIM    : 20060484039

Kelas   : 2020B

UTS PENCAK SILAT

1.      Sikap Berdiri Tegak

a.       Sikap Berdiri

Sikap berdiri pada pencak silat garis besarnya ada tiga sikap, antara lain :

1)      Sikap berdiri tegak

2)      Sikap berdiri kangkang

3)      Sikap berdiri kuda-kuda

 

1)      Sikap berdiri tegak

·         Badan tegak lurus, pandangan ke depan, bahu, dada, perut wajar, rilex

·         Tumit rapat, telapak kaki membuat sudut 90 derajat

·         Berat badan pada kedua kaki

·         Bernafas wajar, melalui hidung

Sikap berdiri tegak sesuai dengan sikap kedua tangan dapat dibedakan menjadi empat sikap tegak :

·         Sikap tegak 1, kedua lengan dan tangan lurus di samping

·         Sikap tegak 2, kedua tangan mengepal berada di pinggang

·         Sikap tegak 3, kedua tangan mengepal di dada

·         Sikap tegal 4, kedua tangan silang di dada

 

Sikap tegak 1 digunakan untuk :

·         Sikap slap, pada waktu berbaris

·         Melakukan pemusatan diri, berdoa

·         Sikap awal melakukan gerakan

Sikap tegak 2 dan 3 digunakan untuk :

·         Sikap awal melakukan gerakan dasar

·         Sikap awal melakukan elementer

Sikap tegak 4 digunakan untuk :

·         Sikap awal melakukan gerakan teknik

·         Sikap awal melakukan sambung/bertanding

 

Gambar 1

Sikap Berdiri Tegak

2.      Sikap Salam/Menghormati

 


Gambar 2

Sikap Salam/Menghormati

Sikap menghormati dilakukan pada waktu :

a.       Setiap awal dan akhir pelajaran/latihan kepada guru pelatih

b.      Member salam kepada teman

c.       Memakai dan mengakhiri permainan/pertandingan

3.      Sikap Bersyukur/Berdoa/Memusatkan Diri

Merentangkan kedua lengan ke atas, pandangan ke atas menjelang sikap berdoa rapatkan kedua tetapak tangan di atas kepala turunkan di depan dari a, tundukkan kepala ditanjutkan sikap berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sikap berdoa dapat juga dengan mengambil sikap tegak 1 tundukkan kepala ke bawah.

   


Gambar 3

Sikap Bersyukur/Berdoa/Memusatkan Diri

4.      Sikap Istirahat

Dengan merentangkan kaki kiri ke samping, pergetangan tangan kiri dipegang tangan kanan, ibu jari melingkar. Dan sikap istirahat ke sikap tegak 1, kaki kiri dirapatkan ke kaki kanan. Sikap istirahat ini dilakukan pada waktu mendengarkan petunjuk atau petuah guru. Konsentrasi dan indera dipasang baik- baik.

 

Gambar 4

Sikap Istirahat 

5.      Sikap Berdiri Kangkang

Sikap berdiri kangkang adalah sikap dasar untuk langkah dan kuda-kuda. Titik pertemuan garis-garis sikap menunjukkan fisik berat badan, agar kedua kaki sama simetris. Cara mengambil sikap dengan :

a.       Merentang kaki kiri ke kiri atau merentangkan kaki kanan ke kanan  atau

b.      Loncatan kecil merentangkan kedua kaki langsung membentuk sikap kangkang

 


Gambar 5 :

Sikap Berdiri Kangkang

Latihan sikap berdiri kangkang, dimulai dari sikap tegak 1, melaksanakan sikap kangkang tiga cara ganti berganti pandangan tetap kemuka. kedua tangan mengepal berada di pinggang

6.      Kuda-kuda Depan dengan Maju/Mundur

Untuk melatih kuda-kuda depan, kita pergunakan garis 8 penjuru mata angin. Dimulai dari berdiri di tengahtengah titik 0. Bergerak kaki kin dulu atau kanan, berat badan dilimpahkan pada arah depan, jadi titik berat badan berada sedikit pada kaki depan.


Gambar 6 :

Kuda-kuda Depan dengan Maju/Mundur

 

7.      Arah Delapan Penjuru Mata Angin

sikap awal tegak 2, geser kaki kanan ke depan menjadi kuda-kuda depan, tarik kaki kanan kembali sikap semula. Geser kaki kiri ke belakang mejadi kuda-kuda depan dengan mundur tarik kaki kiri ke depan kembali sikap semula, sikap tegak 2. Pada dasamya sikap kuda-kuda depan di rnulai dari sikap awal sikap tegak 2, kemudian kaki kiri atau kaki kanan digeser ke arah sesuai dengan arah delapan penjuru mata angin

Setelah kaki berhenti melangkah/bergeser titik berat badan harus tetap di tengah, tidak bergoyang-goyang, kaki belakang ditekuk sedikit, tidak boleh lurus.

  


Gambar 7 :

Arah Delapan Penjuru Mata Angin

8.      Kuda-kuda Belakang

Berat badan kuda-kuda belakang dilimpahkan pada kaki belakang. Tumit yang dipakai tumpuan segaris tegak dengan panggul kita. Badan jangan condong kebelakang atau ke depart, demikian juga jangan miring kiri atau ke akan kaki depan menapak tumit atau ujung kaki saja. Kuda-kuda belakang banyak terpakai, yaitu dipakai untuk mengelak, menghindar. Selain untuk mengelak terhadari serangan lawan kuda-kuda belakang juga berguna untuk menyerang.

Gambar 8 :

Kuda-kuda Belakang

Dari sikap awal sikap tegak 2, kaki kiri mundur ke belakang membuat posisi kuda-kuda helakang, kembali ke sikap tegak 2 pada titik 0. Demikian juga bila kaki kanan mundur ke belakang membuat posisi kuda-kuda belakang. Bila mundur serong kiri belakang atau serong kanan belakang membuat posisi kuda-kuda belakang.

9.      Kuda-kuda Tengah

Kuda-kuda tengah adalah kuda-kuda yang kuat, banyak dilakukan pada serangan atau tangkisan yang agak rendah. Pada kuda-kuda tengah keseimbangan badan ada di tengah tengah. Dan pinggang sampai kepala harus lurus dan tegak. Pandangan ke depan, kedua lutut segaris tegak lurus dengan ibu jari kaki kiri dan kaki kanan.

Gambar 9 :

Kuda-kuda Tengah

Pada dasarnya prinsip pelaksanaan sikap kuda-kuda tengah sama dengan melaksanakan kuda-kuda depan. Pada kuda-kuda depan hanya kaki, sedangkan pada kuda-kuda tengah lutut kuda-kudanya segaris tegak harus dengan kedua kaki masing-inasing.

10.  Kuda-kuda Samping

Dari titik 0 kaki kiri menggeser ke samping kiri. Berat badan pada kaki kiri, bahu kanan sejajar/segaris dengan kaki. Kuda-kuda ini banyak dipakai untuk mengelak serangan menghilangkan bidang sasaran sena untuk masuk menyerang lawan memotong langkah lawan.

Gambar 10 :

Kuda-kuda Samping

 

11.  Kuda-kuda Silang

Kuda-kuda silang dapat dilaksanakan yaini laug depan dan silang belakang. Berat badan dilimpahkan pada satu kaki yang lain ringan sentuhan dengan ibu ujung jari kaki. Di daerah berpasir atau berlumpur, ujung jari atau punggung kaki dapat mengambil sikap menyerok. Pada sikap silang deposit kaki yang ringan siap untuk menendang/menjejak, tetapi lincah berpindah arah untuk menghilangkan serangan. Pada sikap silang belakang kaki yang dipakai tumpuan dapat untuk menyerang. Posisi ini untuk sekali-sekali menipu lawan, kaki yang satunya dapat berubah tempat. Sikap gerak pembelaan/serangan selalu didukung oleh sikap kuda-kuda tertentu, maka latihan sikap kuda-kuda harus ditanamkan benar-benar. Latihan dasar kuda-kuda dilakukan dari sikap tcgak 2.

  


Gambar 11 :

Kuda-kuda Silang

 

12.  Sikap Jongkok

Sikap jongkok ada dua macam, jongkok dan jengkeng. Sikap jongkok di sini bukan jongkok biasa, tetapi mencangkung pantat duduk pada ujung kedua tumit. Pinggang, punggung, leher dan kepala tegak lurus pandangan mata ke depan. Keseimbangan tetap dijaga dengan baik. Kedua telapak tangan diletakkan di kedua lutut masing- masing tetapi dijaga kewaspadaan dan kesiagaan. Jari-jari kaki dilatih juga otot-otot bahu tungkai bawah dan sendi lutut ditambah sendi bahu. Untuk puteri kedua kaki agak merapat demikian juga sikap jengkeng.


  gambar 12 : Sikap Jongkok

13.  Sikap Duduk

Sikap duduk meliputi sikap duduk pada umumnya dan sikap duduk sebagai dasar permainan bawah. Untuk permainan bawah ada 4 (empat) sikap, yaitu : duduk, sila, simpuh, sempok/depok dan trapsila/mengorak sila. Dari sikap awal sikap tegak 2 kemudian duduk, sila atau sempok sila alasnya tegel atau ubin yang dijaga adalah ruasruas tulang belakang beristimewa ruas tulang ekor. Terlalu keras ke ubin berbahaya untuk mata. Untuk latihan gerakan sikap duduk tangan kiri atau kanan membantu bila telah lancar tanpa bantuan tangan. Sikap simpuh kedua lutut mendarat simpuh dilakukan seperti sembahyang. Bila jari-jari kaki ditekuk dan tumit menyangga badan.

  


Gambar 13 :

Sikap Duduk

14.  Sikap Berbaring

Sikap berbaring mempunyai fungsi untuk dasar menjatuhkan diri dan sikap pembelaan, seorang pesilat tidak boleh jatuh, tetapi kalau jatuh, apakah jatuhnya terlentang, miring alau telungkup, harus benar-benar jatuhnya tidak apa-apa, masih dalam sikap pembelaan. Pada jatuh telungkup mendarat kedua tangan dulu, jangan muka dulu, hati-hati dari a, otot-otot lengan, tangan balm harus kuat. Memang ada pesilat yang khas bermain bawah, langsung terlentang atau miring. Dalam hal ini dari al melakukan lipatan kaki, sapuan, tolakan dan serangan batas an lainnya. Sikap berbaring terdiri dan : Sikap telentang, sikap miring, dan sikap telungkup.

 


Gambar 14 :

Sikap Berbaring

Pada sikap jatuhan telentang angkatlah, misalnya paha 90 derajat, telapak tangan kanan di dari a, tangan kanan lurus agak serong. Lutut kaki kanan dibengkokkan, badan turun pelan-pelan, jatuh telentang pelan-pelan. Hati-hati ruas tulang ekor dan belakang kepala. Tungkai bawah bila paha diangkat dengan sendirinya tergantung lurus dilakukan kiri dan kanan.

Untuk jatuhan sikap miring, dari telentang kaki kanan yang lututnya bengkok pindahkan melalui kaki kiri, ditekuk lutut kanannya, sedangkan tangan kanan yang di dada pindah ke pangkal paha, kaki kanan. Tangan kiri tetap menahan, dilakukan kiri dan .kanan. Tangan kiri tetap menahan, dilakukan kiri dan kanan. Sikap telentang diawali dari sikap tegak 2. Jongkok terus simpuh, kemudian mendaratlah kedua lengan sebatas siku membentuk segitiga. Bertumpuan pada kedua kaki dan kedua tangan sebatas siku. Lutut, perut dan dari jangan mengenai lantai

15.  Sikap Khusus

Sikap khusus yang penting adalah tegak satu kaki. Dalam cerita silat terkenal, dengan nama ayam jantan emas berdiri satu kaki. Elakan burung bangau Nusantara juga disebut panccr atas . Sikap tegak satu kaki ini merupakan dasar melatih keseimbangan yang perlu untuk gerak pembelaan maupun serangan.

1)      Sikap khusus antara lain : sikap tegak satu kaki, sikap harimau/merangkak, sikap monyet, sikap naga.

2)      Sikap harimau dimulai dari sikap awal kuda-kuda depan, turun pelan-pelan dibantu dengan kiri.

3)      Sikap monyet, gerakannya lucu, tapi penuh serang, bela geser gesit, terampil, serangan tidak diduga.

Gambar 15 : Sikap Khusus

16.  Sikap Pasang dengan Kuda-kuda Depan Sejajar/Serong

Dari berdiri sikap tegak 4, kaki kiri maju dengan menyodorkan lengan tangan kiri ke depan, kembali sikap tegak 4. Kemudian ganti kaki kanan maju, dengan menyodorkan lengan tangan kanan ke depan, kembali sikap tegak 4. Selanjutnya dilaksanakan dengan maju dan mundur pandangan tetap ke depan, dan keseimbangan tempat dijaga.

Gambar 17 :

Sikap Pasang dengan Kuda-kuda Depan Sejajar/Serong

17.  Sikap Pasang dengan Kuda-kuda Depan Berputar Silang Depan dan Silang Belakang

Gambar 17 :

Sikap Pasang dengan Kuda-kuda Depan Berputar Silang Depan dan Silang Belakang

18.  Sikap Pasang Bawah

Sikap pasang pada pasang bawah (rendah) salah satu lutut bertumpu di lantai. Titik berat badan lebih rendah, mendekati bidang tumpuan. Beban lebih berat, sedangkan gerakan harus cepat dan lincah. Sikap pasang dengan jongkok atau jengkeng, dimulai dari sikap awal tegak 2.

Gambar 18 :

Sikap Pasang Bawah

19.  Petunjuk Arah Delapan Penjuru Mata Angin

Pengertian dan pemahaman mengenai arah sangat diperlukan dalam pembentukan gerak dasar pencak silat. Arah yang harus dipahami adalah arah delapan penjuru mata angin, yaitu :

a)      Belakang

b)      Serong kiri belakang

c)      Samping kiri

d)     Serong kiri depan

e)      Depan

f)       Serong kanan depan

g)      Samiping kanan

h)      Serong kanan belakang dan 0 = titik awal setempat

Cara melangkah yaitu, cara memindahkan injakan kaki, dapat dilakukan dengan:

1)      Angkatan

2)      Geseran

3)      Putaran

4)      Lompatan

5)      Loncatan

6)      Ingsutan

20.  Langkah dengan Angkatan Tinggi

Angkatan tinggi : satu kaki diangkat tinggi, paha dasar, letakkan kaki tersebut pada tempat yang tertentu sesuai dengan arah tujuan.

Gambar 20 :

Langah dengan Angkatan Tinggi

21.  Langkah dengan Angkatan Rendah

Angkatan rendah : satu kaki diangkat biasa, kira-kira paha bersudut 30 derajat, letakkan kaki yang diangkat pada tempat tertentu sesuai dengan arah tujuan.

Gambar 21 :

Langkah dengan Angkatan Rendah 

22.  Langkah dengan Geseran

Cara melangkah geseran : satu kaki digeser, ujung jari kaki atau tumit masih menyentuh lantai. Letakkan kaki tersebut pada tempat tertentu sesuai dengan arah tujuan.

Gambar 22 :

Lnagkah dengan Geseran

23.  Langkah dengan Putaran

Cara melakukan langkah putaran adalah salah satu kaki (kanan) diangkat kemudian memutar keluar dan kaki pada sebelah kiri yang berada dibelakang men-jinjit

24.  Langkah dengan Lompatan

Cara melakukan langkah lompatan (loncatan) adalah salah satu kaki bertolak, kemudian diikuti oleh kaki yang lainnya. Pada saat melakukan lompatan dan ingin melakukan pendaratan, terdapat dua cara yaitu antara lain sebagai berikut :

1)      Pada salah satu kaki yang mendarat, diletakkan ditempat tertentu yang sesuai dengan tujuan dan arah, kemudian diikuti oleh kaki yang lainnya.

2)      Kedua kaki melakukan pendaratan (mendarat) secara bersama-sama.

Gambar 24 :

Langkah dengan Lompatan

25.  Langkah dengan Loncatan

Kedua kaki bertolak, disusul oleh kaki lainnya, dalam hal mendarat bisa dua kemungkinan sesuai dengan kebutuhan yaitu :

1)      Kedua kaki mendarat, diletakkan bersama ditempat yang sesuai dengan arah tujuan.

2)      Satu kaki mendarat disusul kaki yang lain

Gambar 25 :

Langkah dengan Loncatan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Comments

Post a Comment